IYES Foundation Berangkatkan 10 Delegasi ke Singapura untuk Program Champions for Peace
Thalita Adristi Anindya
Tim Redaksi IYES
Pekanbaru, 25 Januari 2026 — Indonesian Youth Education & Social (IYES) memberangkatkan 10 delegasi pemuda untuk mengikuti Champions for Peace Youth Facilitator Programme yang akan berlangsung pada 26 Januari–1 Februari 2026 di Singapura. Keberangkatan ini merupakan bagian dari partisipasi resmi IYES sebagai country partner Indonesia dalam program regional yang diinisiasi oleh Kofi Annan Foundation bersama KRIS for Peace Philippines.
Champions for Peace merupakan program pengembangan kepemimpinan pemuda yang bertujuan memperkuat peran anak muda dalam isu perdamaian, inklusi sosial, dan kohesi masyarakat di kawasan Asia Tenggara. Program ini dirancang sebagai respons atas berbagai tantangan yang dihadapi pemuda di kawasan, termasuk keterbatasan ruang partisipasi dalam proses pengambilan keputusan, tata kelola, serta upaya perdamaian di tingkat komunitas dan nasional.
Asia Tenggara diproyeksikan akan memiliki sekitar 220 juta penduduk muda pada 2038, menjadikannya salah satu kawasan dengan populasi pemuda terbesar di dunia. Di tengah keberagaman etnis, agama, dan kondisi sosial-ekonomi, pemuda di kawasan ini tidak hanya mengalami kemajuan pembangunan, tetapi juga menghadapi tantangan seperti ketegangan sosial, marginalisasi, serta kerentanan terhadap konflik.
Program Champions for Peace hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut dengan membekali pemuda dengan pengetahuan, keterampilan, sumber daya, serta ruang kolaborasi. Program ini sebelumnya dipilotkan di Filipina, sebelum kemudian diperluas ke Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand melalui skema hibah pendanaan yang mendukung implementasi program di masing-masing negara.
Sebagai delegasi Indonesia, sepuluh perwakilan dari IYES akan mengikuti Training of Trainers (ToT) yang dirancang untuk mencetak fasilitator muda yang mampu mengimplementasikan nilai dan pendekatan Champions for Peace. Pelatihan ini mencakup penguatan kepemimpinan pemuda, fasilitasi dialog, pendekatan berbasis komunitas, serta strategi membangun kohesi sosial dan ketahanan masyarakat. Setelah mengikuti ToT, para delegasi diharapkan dapat mentransfer pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui berbagai kegiatan, pelatihan, dan inisiatif pemuda di Indonesia.
Partisipasi IYES dalam program Champions for Peace menegaskan komitmen organisasi dalam mendorong peran aktif dan bermakna pemuda sebagai agen perdamaian. Selama ini, IYES secara konsisten mengembangkan program-program pendidikan dan sosial yang berfokus pada pemberdayaan pemuda, penguatan kapasitas masyarakat, serta kolaborasi lintas sektor di berbagai daerah.
Program Champions for Peace dijadwalkan berlangsung pada periode 2024–2027, dengan fokus pada pengembangan modul pelatihan berbasis riset, penguatan jejaring pemuda lintas negara, serta implementasi program di tingkat lokal dan nasional. Melalui keterlibatan ini, IYES berharap dapat memperluas dampak kerja-kerja pendidikan dan sosial yang selama ini dilakukan, sekaligus memperkuat kontribusi pemuda Indonesia dalam membangun kawasan Asia Tenggara yang lebih damai dan inklusif.